• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Materi Daring Dasar-dasar Teknik Otomotif, elemen basic Skill, K3 dan Budaya Kerja kelas X TKR SMKN 1 Way Bungur

Materi Kecakapan Kerja Dasar (Basic Job Skills), K3LH, dan Budaya Industri untuk kelas X Teknik Kendaraan Ringan (TKR) mencakup pemahaman keselamatan kerja, pengenalan alat pelindung diri, dan pembiasaan kerja standar pabrik. [1]

Berikut adalah ringkasan materi pembelajarannya:
1. Keselamatan dan Kesehatan Kerja & Lingkungan Hidup (K3LH)
  • Konsep Dasar K3: Memahami arti penting perlindungan keselamatan fisik dan mental pekerja serta pencegahan kecelakaan di bengkel otomotif. [1, 2]
  • Identifikasi Bahaya: Mengenal potensi risiko di area kerja TKR, seperti bahaya fisik (mesin berputar, lantai licin, kebisingan), kimia (oli, bensin, aki), dan kelistrikan. [1]
  • Alat Pelindung Diri (APD): Wajib menggunakan kelengkapan standar seperti safety shoes (sepatu safety), kacamata pelindung, sarung tangan, masker, dan pakaian kerja (wearpack). [1]
  • Prosedur Keadaan Darurat: Cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk mengatasi kebakaran kelas A, B, atau C, serta penanganan P3K dasar jika terjadi kecelakaan ringan. [1, 2]
2. Kecakapan Kerja Dasar (Basic Job Skills)
  • Penggunaan Hand Tools: Pengenalan, perawatan, dan cara pakai kunci-kunci standar (kunci pas, ring, socket) dengan benar agar tidak merusak baut atau komponen mobil.
  • Penggunaan Power Tools & Equipment: Dasar pengoperasian alat angkat kendaraan (car lift), dongkrak, dan mesin bor secara aman.
  • Pengendalian Kontaminasi: Menjaga kebersihan area kerja dari ceceran oli, minyak, atau limbah bahan beracun berbahaya (B3) agar lingkungan tetap sehat.
3. Budaya Kerja Industri
  • Konsep 5R / 5S: Pembiasaan budaya kerja jepang yang diadopsi industri otomotif:
    • Ringkas: Memisahkan barang yang perlu dan tidak perlu di area kerja.
    • Rapi: Menata letak alat dan bahan agar mudah dijangkau dan dikembalikan.
    • Resik: Membersihkan area kerja dari kotoran atau sisa komponen.
    • Rawat: Menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan kerja secara konsisten.
    • Rajin: Membentuk kedisiplinan diri tanpa harus diawasi. [1]
  • Disiplin dan Etika Kerja: Mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP), membiasakan komunikasi yang baik, serta mengikuti pengarahan singkat (Safety Talk) sebelum mulai praktik di bengkel. [1, 2]

Share:

Sistem Bahan Bakar Diesel

Sistem Bahan Bakar pada Mesin Diesel: Komponen Penting dan Cara Perawatannya

1.     

Mesin diesel adalah jenis mesin pembakaran dalam yang banyak digunakan di berbagai sektor industri, mulai dari transportasi, pertanian, hingga pembangkit listrik. Sistem bahan bakar adalah salah satu komponen utama dalam mesin diesel yang memainkan peran penting dalam proses pembakaran dan pengoperasian mesin diesel secara efisien. Artikel ini akan membahas secara rinci tentang sistem bahan bakar pada mesin diesel, mulai dari komponen, proses kerja, masalah yang sering terjadi, hingga perawatan yang perlu dilakukan.

Komponen Sistem Bahan Bakar pada Mesin Diesel

Tangki Bahan Bakar

Tangki bahan bakar adalah tempat penyimpanan bahan bakar pada mesin diesel. Tangki bahan bakar umumnya terbuat dari bahan logam atau plastik dan terletak di bagian bawah kendaraan atau mesin. Kapasitas tangki bahan bakar disesuaikan dengan kebutuhan dan ukuran mesin.

Filter Bahan Bakar

Filter bahan bakar adalah komponen yang berfungsi untuk menyaring partikel-partikel kotoran dan debu yang terdapat dalam bahan bakar sebelum masuk ke dalam sistem bahan bakar. Filter bahan bakar biasanya terletak di antara tangki bahan bakar dan pompa bahan bakar.

Pompa Bahan Bakar

Pompa bahan bakar berfungsi untuk memanaskan bahan bakar dari tangki ke injektor bahan bakar dengan tekanan yang cukup tinggi. Pompa bahan bakar terletak di dekat mesin dan biasanya digerakkan oleh poros engkol.

Injektor Bahan Bakar

Injektor bahan bakar adalah komponen yang berfungsi untuk menyemprotkan bahan bakar ke dalam ruang bakar pada saat yang tepat. Injektor bahan bakar terletak di dekat ruang bakar dan terhubung dengan sistem bahan bakar melalui pipa bahan bakar.

Sistem Pengaturan Bahan Bakar

Sistem pengaturan bahan bakar adalah komponen yang berfungsi untuk mengatur jumlah dan waktu penyemprotan bahan bakar ke dalam ruang bakar pada saat yang tepat. Sistem pengaturan bahan bakar umumnya terdiri dari regulator tekanan, katup pengatur, dan sensor-sensor yang terhubung dengan komputer mesin.

Sistem Pemulihan Gas Buang

Sistem pemulihan gas buang adalah komponen yang berfungsi untuk mengurangi emisi gas buang yang dihasilkan oleh mesin diesel. Sistem ini biasanya terdiri dari katalis konverter, filter partikel diesel, dan sistem pendingin gas buang.

Proses Kerja Sistem Bahan Bakar pada Mesin Diesel

Pengisian Tangki Bahan Bakar

Bahan bakar diisi ke dalam tangki bahan bakar melalui lubang yang terletak di atas tangki. Setelah terisi, tutup tangki bahan bakar dikencangkan dengan rapat untuk mencegah kebocoran.

Penyaringan Bahan Bakar

Bahan bakar yang keluar dari tangki melewati filter bahan bakar untuk menyaring partikel-partikel kotoran dan debu yang terdapat dalam bahan bakar. Setelah bahan bakar disaring, bahan bakar kemudian dialirkan melalui pipa bahan bakar menuju pompa bahan bakar.

Pemompaan Bahan Bakar

Pompa bahan bakar memompa bahan bakar dari tangki bahan bakar dengan tekanan yang cukup tinggi. Bahan bakar kemudian mengalir melalui pipa bahan bakar dan masuk ke dalam sistem pengaturan bahan bakar.

Penyemprotan Bahan Bakar

Setelah melewati sistem pengaturan bahan bakar, bahan bakar kemudian disemprotkan ke dalam ruang bakar oleh injektor bahan bakar pada saat yang tepat. Proses penyemprotan bahan bakar harus dilakukan dengan presisi yang tinggi untuk menghasilkan pembakaran yang efisien dan mengurangi emisi gas buang yang berbahaya.

Pemulihan Gas Buang

Setelah bahan bakar terbakar di dalam ruang bakar, gas buang yang dihasilkan kemudian masuk ke dalam sistem pemulihan gas buang. Di dalam sistem ini, gas dibuang diolah dan dikurangi kadar emisinya sebelum dilepaskan ke lingkungan.

Masalah yang Sering Terjadi pada Sistem Bahan Bakar pada Mesin Diesel

Meskipun sistem bahan bakar pada mesin diesel dirancang dengan baik dan terus dikembangkan, beberapa masalah tetap dapat terjadi. Beberapa masalah yang sering terjadi pada sistem bahan bakar pada mesin diesel antara lain:

Kerusakan pada pompa bahan bakar

Kerusakan pada pompa bahan bakar dapat mengakibatkan pengiriman bahan bakar yang tidak efisien dan mengurangi kinerja mesin diesel.

Kotoran dan debu pada filter bahan bakar

Kotoran dan debu yang menumpuk pada filter bahan bakar dapat menyebabkan aliran bahan bakar menjadi terhambat dan mempengaruhi kinerja mesin diesel.

Masalah pada injektor bahan bakar

Injektor bahan bakar yang tidak berfungsi dengan baik dapat menyebabkan pembakaran yang tidak efisien, emisi gas buang yang berlebihan, dan bahkan dapat merusak mesin diesel.

Perawatan Sistem Bahan Bakar pada Mesin Diesel

Perawatan yang baik dan teratur pada sistem bahan bakar pada mesin diesel dapat meningkatkan kinerja mesin diesel dan memperpanjang umur mesin diesel. Beberapa perawatan yang perlu dilakukan antara lain:

Penggantian filter bahan bakar secara teratur

Filter bahan bakar perlu diganti secara teratur untuk memastikan aliran bahan bakar yang baik dan menghindari kerusakan pada sistem bahan bakar.

Penggantian bahan bakar yang berkualitas buruk

Penggunaan bahan bakar berkualitas buruk dapat merusak sistem bahan bakar dan mengurangi kinerja mesin diesel.

Perawatan pompa bahan bakar secara teratur

Pompa bahan bakar perlu dirawat secara teratur untuk memastikan pengiriman bahan bakar yang efisien dan menghindari kerusakan pada sistem bahan bakar.

Perawatan injektor bahan bakar secara teratur

Injektor bahan bakar perlu dirawat secara teratur untuk memastikan penyemprotan bahan bakar yang efisien dan menghindari masalah pada sistem bahan bakar.

Kesimpulan

Sistem bahan bakar pada mesin diesel merupakan komponen penting yang mempengaruhi kinerja mesin diesel. Sistem bahan bakar pada mesin diesel terdiri dari tangki bahan bakar, filter bahan bakar, pompa bahan bakar, sistem pengaturan bahan bakar, injektor bahan bakar, dan sistem pemulihan gas buang. Meskipun sistem bahan bakar pada mesin diesel dirancang dengan baik dan terus dikembangkan, beberapa masalah tetap dapat terjadi. Oleh karena itu, perawatan yang baik dan teratur pada sistem bahan bakar pada mesin diesel sangat diperlukan untuk meningkatkan kinerja mesin diesel dan memperpanjang umur mesin diesel.

 


SISTEM BAHAN BAKAR DIESEL COMMON RAIL

 

Sistem bahan bakar diesel berfungsi menyimpan, menyaring, menaikkan tekanan, dan menyemprotkan solar ke ruang bakar dalam bentuk kabut halus pada waktu yang tepat. Sistem ini mengandalkan kompresi tinggi untuk membakar bahan bakar, dengan komponen utama: tangki, saringan, pompa injeksi (in-line/distributor/common rail), dan injektor/nozzle. 

Berikut adalah komponen dan cara kerja sistem bahan bakar diesel:
  • Komponen Utama:
    • Tangki Bahan Bakar: Menyimpan solar.
    • Pompa Penyalur/Primer: Mengalirkan solar dari tangki ke pompa injeksi.
    • Filter/Saringan & Water Sedimenter: Membersihkan bahan bakar dari kotoran dan memisahkan air.
    • Pompa Injeksi (In-line/Distributor): Menaikkan tekanan bahan bakar dan mengaturnya sesuai RPM mesin.
    • Injektor/Nozzle: Menyemprotkan solar bertekanan tinggi menjadi kabut halus ke ruang bakar.
    • Governor: Mengatur kecepatan mesin dengan membatasi jumlah bahan bakar.
    • Busi Pemanas (Glow Plug): Memanaskan ruang bakar saat start mesin dingin.
  • Jenis Sistem Bahan Bakar:
    1. Konvensional (In-line/Rotary/Distributor): Pompa injeksi mekanis mengatur tekanan dan waktu injeksi.
    2. Common Rail: Sistem modern dengan rel tekanan tinggi yang diatur secara elektronik (ECU) untuk efisiensi dan presisi tinggi.
  • Prinsip Kerja:
    Solar dihisap dari tangki, difilter, dinaikkan tekanannya oleh pompa injeksi, lalu disemprotkan melalui injektor ke dalam silinder yang berisi udara panas hasil kompresi tinggi, sehingga terjadi pembakaran.
     
  • Untuk materi yg lain Lihat link di bawah ini
  • https://www.ezoil.com/resources-diesel-engines-diesel-fuel-system-basics
Share:

Pengukuran Silinder Blok Mesin

 

3 Langkah Mengukur Diameter Blok Silinder + Gambar Ilustrasi



Amrie Muchta 5/05/2018

Semua orang tahu ketika blok silinder aus sedikit saja, maka akan menyebabkan tenaga mesin berkurang hingga mengeluarkan asap putih. Namun, untuk menyimpulkan bahwa blok silinder masih bagus atau sudah aus, tidak bisa dilakukan secara tebak-tebakan.

Melainkan harus ada bukti pengukuran pada blok silinder, untuk menemukan pengukuran itu kita harus bisa mengukur diameter silinder. Ketika diameter silinder sudah diukur, nanti data tersebut bisa digunakan untuk mencari tahu keausan dan keovalan blok silinder.

 


Lalu bagaimana cara mengukur diameter blok silinder ? apakah sama seperti mengukur diameter komponen lain menggunakan mikrometer atau bahkan vernier caliper ? mari kita bahas bersama-sama.

 


 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

Cara Mengukur Diameter Silinder

 

Untuk mengukur diameter silinder, sebenarnya kita bisa menggunakan alat apapun seperti mikrometer ataupun jangka sorong. Tapi mengukur diameter silinder itu tidak hanya dilakukan pada satu titik, setidaknya ada 6 titik pengukuran dalam satu silinder. Kalau kita gunakan jangka sorong maka maksimal kita hanya bisa mengukur diameter silinder bagian atas.

 

Selain itu, ketelitian juga menjadi alasan mengapa untuk mengukur diameter silinder itu


diperlukan alat khusus. Alat ini dikenal dengan “cylinder bore gauge”, yakni alat ukur khusus mengukur diameter dalam menggunakan dial gauge sebagai penunjuk.

 

Memangnya bisa dial gauge untuk mengukur diameter ?

 

Itulah sebabnya anda membaca artikel ini, ini karena ada teknik khusus dalam melakukan pengukuran diameter silinder menggunakan cylinder bore gauge.

 

1.  Pertama cari tahu diameter standar blok silinder

Langkah awal, anda perlu mencari tahu berapa diameter standar dari blok mesin yang akan diukur. Ini dibutuhkan untuk proses kalibrasi cylinder bore gauge, anda bisa mencarinya pada service literature mobil yang bersangkutan atau anda bisa mengukur salah satu blok silinder menggunakan jangka sorong.

 

2.  Kalibrasi cylinder bore gauge

 


Misal diameter standar adalah 62,8 mm maka pilih replacement rod dengan panjang 60 mm dan replacement washer dengan tebal 3 mm. sehingga panjang replacement rod + washer adalah 63 mm. kita pilih yang lebih besar dari diameter standa karena keausan silinder pasti memiliki diameter yang lebih besar.

 


Setelah anda merangkai replacement rod, replacement wahser dan dial gauge kedalam batang cylinder bore gauge lalu lakukan kalibrasi dial gauge, caranya seperti berikut ; Advertisement




 

 

 

·         Ambil outside micrometer lalu set mikrometer dengan hasil pengukuran 62,8 mm.

·         Masukan cylinder bore gauge kedalam mikrometer, maka jarum akan bergerak.

·         Putar skala dial gauge agar angka 0 bertepatan dengan jarum.

 

 

 

3.  Lakukan pengukuran

Setelah kita kalibrasi bore gauge, kita bisa langsung menggunakannya untuk mengukur diameter silinder. Caranya kurang lebih seperti ini ;



 


·         Masukan cylinder bore gauge ke titik pengukuran pertama maka jarum dial gauge akan bergerak. Goyangkan bore gauge seperti yang ditunjukan pada gambar, lalu perhatikan titik terjauh jarum dial gauge bergerak.

·         Misal titik terjauh dial indicator adalah 0,1 mm setelah 0 maka diameter silinder adalah 62,8 – 0,1 mm = 62,7 mm.

·         Misal titik terjauh dial indikator adalah 0,1 mm sebelum 0 (tidak mencapai 0) maka diameter silinder 62,8 + 0,1 = 62,9 mm.



Share:

About

Popular Posts

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Materi Daring Dasar-dasar Teknik Otomotif, elemen basic Skill, K3 dan Budaya Kerja kelas X TKR SMKN 1 Way Bungur

Materi Kecakapan Kerja Dasar ( Basic Job Skills ), K3LH, dan Budaya Industri untuk kelas X Teknik Kendaraan Ringan (TKR) mencakup pemahaman...

Labels

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.

BTemplates.com